Contoh Surat Jual Beli Rumah dan Informasi yang Harus Dicatat

Salah satu risiko yang mungkin akan timbul ketika tidak teliti pada saat jual beli rumah adalah adanya sengketa. Oleh sebab itu, untuk menghindari risiko yang mungkin saja akan terjadi sangat disarankan pada proses tersebut didukung dengan surat jual beli rumah. Langkah ini jadi hal yang sangat penting, pasalnya transaksi properti memiliki nilai yang fantastis.

Jadi Anda tidak boleh sembarangan. Bahkan hampir semua orang yang melakukan transaksi jual beli akan melibatkan notaris. Tujuannya adalah agar proses dari surat jual beli beserta dokumen lainnya sesuai aturan dan tidak menyalahi hukum. Jika saat ini Anda sedang menggali berbagai macam informasi mengenai contoh dari surat jual beli tanah atau rumah, berikut ada beberapa ulasan lengkap nya.

Informasi Penting yang Ada Pada Surat Jual Beli Properti

pada serta jual beli tanah atau rumah pada umumnya akan menyertakan berbagai macam informasi penting. Beberapa informasi tersebut seperti identitas penjual ataupun pembeli, saksi, dan juga pasal-pasal yang berlaku.

Informasi dalam surat jual beli pada dasarnya akan jadi jaminan yang mana bisa digunakan melindungi keamanan dari penjual serta pembeli di dalam proses jual beli rumah.

Beberapa informasi penting biasanya akan disertakan pada surat jual beli tanah dan rumah di antaranya ada di bawah ini:

  1. Identitas Penjual dan Pembeli

Informasi mengenai identitas dari penjual dan pembeli nantinya akan dituliskan secara lengkap sebagai tanda dari transaksi yang sah di antara kedua belah pihak. Pihak penjual pada umumnya disebut dengan pihak pertama sedangkan pihak pembeli disebut dengan pihak kedua.

  1. Identitas Rumah

Karena yang akan dijual belikan adalah rumah maka informasi dari identitas rumah pun harus ada. Poin yang kedua ini tentunya akan mencakup informasi secara rinci dan lengkap mengenai rumah yang sedang diperjualbelikan.

Beberapa informasi tersebut di antaranya adalah nomor dari sertifikat, alamat lengkap pada rumah, gambar serta situasi rumah, luas tanah, dan juga luas bangunannya.

Pemilik yang disebutkan sebagai pihak pertama tentunya harus melengkapi informasi dari identitas selengkap-lengkapnya, beserta bukti asli sebagai identifikasi.

  1. Harga

Di dalam bagian informasi harga dijelaskan secara lengkap yang berkaitan dengan tiga cakupan harga. Informasi tersebut diantaranya adalah harga dari tanah dijual, harga bangunan rumah yang nantinya hendak dijual, serta harga akumulasi keduanya.

  1. Jaminan dan Saksi

Saksi nantinya akan diperlukan bagi pihak pertama yang mana berlaku sebagai pihak yang bisa memvalidasi maupun memverifikasi informasi atas kepemilikan rumah yang nantinya akan dijual.

Jika Anda hendak melakukan transaksi yang membutuhkan surat jual beli, jauh lebih baik untuk memilih dua orang saksi. Saksi ini tentunya yang bisa memberikan kesaksian sekaligus memverifikasi status dari kepemilikan tersebut.

Proses Penyerahan serta Status Kepemilikan

Informasi mengenai proses penyerahan serta status kepemilikan tentang akan menjelaskan kapan dilakukan proses penyerahan rumah dan sertifikat, sekaligus kunci yang berasal dari pihak pertama ke pihak kedua.

Proses Balik Nama Kepemilikan

Berikutnya informasi yang harus dicatat dalam surat jual beli rumah yaitu proses balik nama kepemilikan. Poin yang satu ini akan menjelaskan pula mengenai cara serta proses balik nama dari sertifikat kepemilikan rumah yang mana sepenuhnya akan dibantu pihak pertama.

Selain itu, terdapat juga informasi yang berkaitan dengan kewajiban pembayaran biaya untuk proses balik nama. Biaya untuk balik nama biasanya akan menjadi tanggungan  dari pihak kedua sepenuhnya.

Pajak, Iuran, dan Pungutan

Biaya-biaya yang nantinya akan menyangkut rumah seperti halnya dengan pajak bangunan, iuran, dan pungutan akan dijelaskan secara rinci di dalam surat jual beli rumah yang mana akan jadi tanggungan dari pihak kedua. Oleh sebab itu, perlu untuk dicantumkan selengkap-lengkapnya supaya bisa diketahui oleh pihak kedua.

Durasi Perjanjian dan Hal Lainnya

Informasi selanjutnya adalah durasi dari perjanjian serta beberapa hal lainnya. Informasi ini tentunya akan cukup krusial pasalnya mengatur durasi dan juga masa berlaku perjanjian jual beli dan juga surat perjanjian jual beli rumah.

Di dalamnya juga akan dijelaskan mengenai aturan tentang keadaan tidak terduga, misalnya saja halnya pihak pertama yang akan meninggal dunia selanjutnya bisa diwakili pewaris sah dari rumah tersebut.

Tanda Tangan serta Pengesahan di Atas Materai

Informasi terakhir yang tentunya wajib ada dalam di surat jual beli rumah yakni tanda tangan yang ada di atas materai. Tanda tangan ini merupakan tanda tangan dari kedua belah pihak dan juga para saksi. Tanda tangan wajib berada di atas materai untuk legalitas secara sah dan memiliki kekuatan hukum.

Di atas tadi adalah beberapa informasi yang harus Anda catat dalam surat jual beli. Surat tersebut harus dibuat dengan seksama, karena jual beli properti bukanlah hal yang sederhana. Teritaman untuk mengatasi beberapa risiko sengketa yang mungkin saja akan timbul di kemudian hari.

Contoh Surat Jual Beli Rumah

Jika anda ingin melihat contoh surat jual beli rumah anda dapat melihat contoh-contohnya dibawah ya

Contoh 1

contoh perjanjian jual beli rumah

Contoh 2

contoh surat jual beli rumah