7 Tips Memilih KPR Supaya Tidak Tertipu Developer

Bagi Anda yang sudah berkeluarga, tentu punya keinginan untuk tinggal di rumah sendiri. Bukan di rumah kontrakan apalagi di rumah mertua. Meski rumah tersebut masih luas dan layak huni, namun pasti akan lebih nyaman jika tinggal di rumah milik sendiri.

Nah, jika memang penghasilan bulanan Anda sebagai seorang karyawan sudah cukup, Anda bisa membeli rumah KPR. KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, KPR bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin membeli rumah dengan cara kredit.

Pembelian rumah secara kredit ini biasanya disediakan oleh pengembang perumahan. Memang sekarang ini rumah di perumahan banyak dicari karena tertata dengan baik dan mempunyai fasilitas umum yang cukup memadai.

Supaya tidak tertipu oleh pengembang perumahan yang nakal, berikut adalah beberapa tips membeli rumah KPR, baik itu KPR Milenial maupun KPR tanpa DP supaya tidak tertipu.

Tips Membeli Rumah KPR

Ada beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan ketika akan membeli rumah KPR, tips berikut ini supaya Anda bisa terhindar dari pengembang nakal yang memanfaatkan pembeli baru. Adapun tips tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Periksa Reputasi Pengembang

Pertama, periksa terlebih dahulu reputasi dari pengembang. Caranya cek bank yang sudah bekerjasama dengan pengembang tersebut. Silahkan datangi bank tersebut, kemudian tanyakan apakah pengembang tersebut mendapat dukungan modal kerja konstruksi dari bank atau tidak.

Biasanya pihak bank mau bekerjasama apabila pengembang tersebut layak dan kinerjanya baik. Cara lain adalah dengan mencari tahu proyek perumahan mana saja yang pernah dikerjakan pengembang tersebut.

  1. Cek Legalitas Tanah

Cek Status HGB (Hak Guna Bangunan) dari tanah perumahan yang akan Anda beli tersebut di Dinas Pertanahan setempat. Selanjutnya adalah memastikan asal muasal dari HGB yang dipakai pengembang tersebut.

Ada dua jenis HGB, yaitu yang dikuasai negara langsung dan Hak Pengelola Lahan (HPL). Pastikan HGB yang dipakai oleh pengembang adalah lahan yang dikuasai negara supaya nantinya Anda tidak pusing dan aman.

  1. Jangan Bayar DP Sebelum KPR Disetujui

Membeli rumah KPR tentu diawali dengan membayar DP atau uang muka. Dana ini dibayar langsung oleh pembeli kepada pengembang. Sedangkan pihak bank akan membayarkan sisa dana pembeli ke pengembang yang nantinya harus Anda cicil lewat KPR.

Namun Anda harus ingat, pengajuan KPR Anda tidak belum tentu disetujui bank. Karena itu, jangan membayarkan DP sebelum KPR Anda sudah jelas disetujui. Karena ada banyak kasus dimana DP yang telah dibayarkan sulit untuk ditarik.

  1. Bayar Uang Muka dan Tanda Tangani PPJB

Setelah bank menyetujui KPR Anda, maka selanjutnya adalah membayar DP kepada pengembang. Besar uang muka ini bervariasi, namun standarnya adalah 20%. Setelah membayarkan uang muka, Anda bisa melakukan Perjanjian Pengikat Jual Beli (PPJB).

Anda harus membaca dengan teliti dan cermat isi dari perjanjian tersebut setiap poinnya. Jangan lupa untuk menegaskan sanksi dalam perjanjian tersebut, terutama jika pengembang mangkir dari perjanjian yang telah dibuat.

  1. Pantau Proses Pembangunan Rumah

Setelah proses PPJB dilakukan, Anda harus mengawasi proses pembangunan rumah tersebut. Proses pembangunan ini cukup bervariasi, tergantung dari model rumah yang akan dibangun. Biasanya akan selesai dalam waktu 6 sampai dengan 12 bulan.

Anda harus rutin datang ke lokasi pembangunan untuk melihat apakah rumah dibangun sesuai dengan permintaan dan spesifikasi seperti dalam perjanjian atau tidak. Pastikan desain dan ukuran sesuai dengan kesepakatan.

  1. Lakukan AJB dan Ubah HGB jadi SHM

Selang beberapa bulan, rumah yang Anda inginkan akan selesai dibangun. Sebagai pihak yang membeli KPR, Anda harus segera meminta pengembang untuk melakukan pembuatan Akta Jual Beli (AJB).

AJB merupakan tanda legalitas kepemilikan pertama atas rumah Anda. Setelah proses AJB, sertifikasi tanah sudah bisa Anda ambil dari pengembang. Namun masih berstatus HGB, nah ada baiknya langsung Anda ubah jadi SHM ketika melakukan proses AJB tadi.

Oleh karenanya, ketika sertifikat diserahkan ke bank sebagai jaminan KPR, tercantum nama Anda sebagai pemilik. Proses ini biasanya satu paket dikerjakan oleh notaris ketika Anda menandatangani AJB.

  1. Minta Garansi Bangunan

Jangan lupa juga untuk meminta garansi bangunan kepada pengembang, usahakan juga garansi tersebut diberikan dalam bentuk tertulis yang sah. Jangan mau garansi hanya dengan ucapan saja, karena garansi tersebut tidak memiliki kekuatan di mata hukum jika suatu saat terjadi masalah.

Pastikan Anda mendapat garansi dari pengembang minimal selama 6 bulan. Jadi ketika ada kerusakan yang terjadi karena ketidaksengajaan pemilik, maka pihak pengembang harus memperbaikinya.

Nah itulah beberapa tips membeli rumah KPR supaya tidak tertipu. Dengan begitu Anda tidak akan tertipu dan dimanfaatkan oleh pengembang yang nakal dan tidak bertanggung jawab. Jadi, ketika membeli rumah KPR ini Anda tidak boleh asal-asalan dan langsung percaya dengan pengembang.

Ada baiknya melakukan beberapa langkah di atas supaya tidak tertipu dan menyesal ketika sudah membeli KPR.