Cek Kredit Rumah Syariah Terbaik dari BCA, BNI & BRI

Rumah merupakan kebutuhan primer. Memiliki tempat tingga sama hanya membangun sebuah aset berharga untuk keluarga. Selain itu, rumah adalah barang investasi yang harganya hampir tidak pernah mengalami penurunan, bahkan cenderung naik setiap tahunnya.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mempunyai hunian ialah dengan kredit pemilikan rumah (KPR). Langkah ini cukup solutif bagi Anda yang tidak bisa menyiapkan budget dalam jumlah banyak sekaligus.

KPR menawarkan beragam metode. Diantaranya ialah KPR Syariah.  Kredit rumah syariah ini menerapkan jenis pembiayaan kepemilikan rumah dengan angsuran dari Bank Syariah berdasarkan prinsip islami. Jika pada bank konvensional anda menjumpai bunga yang digunakan sebagai tarif.

Pada bank, syariah Anda dikenakan sistem bagi hasil atau nisbah. Dimana perhitungan keuntungan bersih yang diperoleh oleh bank berasal dari pendapatan usaha dikurangi biaya operasional.

Keuntungan lain yang anda dapat ialah anda dapat mengetahui profit yang Anda berikan kepada bank. Penghitungan biaya administrasi dan sebagainya dilakukan di awal perjanjian. Sehingga, Anda sudah bisa mengetahui sejak awal. Biaya kredit yang anda gunakan pun cenderung stabil dan terprediksi.

Kredit rumah syariah ini tentu cocok sekali bukan bagi Anda yang menghindari tingginya bunga dari KPR Konvensional. Selain itu, KPR berjenis syariah juga mematok DP rendah, sekitar 10 %.

Berikut beberapa akad pada KPR Syariah yang perlu Anda ketahui:

Akad Musyarakah

Akad ini disusun berdasarkan prinsip modal. Jadi, biaya untuk membeli rumah adalah uang kepunyaan Anda dan bank. Adapun biaya nisbah akan dikalkulasikan sesuai dengan porsi modal yang digunakan oleh kedua belah pihak.

Akad Ijarah Muntahiya Bittamlik (IMBT)

Anda bertindak sebagai penyewa rumah hingga masa cicilan berakhir. Konsekuensi yang harus Anda tanggung apabila memilih akad ini ialah pembatalan pembelian rumah di tengah akan tetap menjadi milik bank. Tetapi uang yang sudah Anda bayarkan sebagai DP tidak bisa anda minta.

Akad Mudharabah

Pembeli rumah menjadi pengusaha yang dimodali uang oleh bank. Cara ini bisa dilakukan dengan pembelian rumah oleh pihak bank. Nantinya, pihak bank akan menjual rumah tersebut kepada Anda. Tentu saja dengan nominal kredit rumah syariah yang berbeda karena sudah ditambah nisbah.

Akad Murabahah

Sistem akad ini menggunakan prinsip jual beli. Namun nisbah yang didapat oleh bank akan ditetapkan berdasarkan persetujuan dari Anda dan pihak bank.

Akad Musyarakah Mutanaqisah

Akad ini menerapkan KPR berdasarkan pembelian secara bertahap. Baik Anda maupun pihak bank adalah pemilik. Porsi kepemilikan bank akan menurun sejalan dengan angsuran yang Anda bayarkan secara bertahap.

Nah, bagi Anda yang berencana untuk kredit rumah syariah, berikut 3 KPR Syariah yang recomended untuk Anda coba.

KPR BNI IB Hasanah Syariah

Kredit ini tidak hanya melayani pembelian rumah. Namun juga membangun, merenovasi kanopi atau bagian lain di rumah anda, membeli tanah kavling, hingga rumah indent. Sehingga, Anda juga bisa berinvestasi melalui KPR BNI IB. BNI Syariah menyediakan dua akad, yaitu Murabahah dan Musyarakah Mutanaqisah. Perbedaan dari prinsip tersebut terletak pada status kepemilikan.

Kemudahan kredit rumah syariah BNI lain yang bisa anda rasakan adalah Anda bisa mengalihkan bank lain ke KPR BNI ini. Dengan syarat lamanya cicilan Anda sudah berangsur satu tahun. Anda dapat mengajukan plafon sebesar Rp 25.000.000.000. pihak bank akan melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan hawa pendapatan Anda cukup.

Kredit yang paling diminati berkisar antara Rp 300.000-500.000.000. Apabila Anda membeli rumah seharga 300 juta rupiah dengan jangka angsuran 240 bulan, maka DP yang harus Anda gunakan ialah Rp 60.000.000. Jika anda tertarik dengan KPR BNI anda dapat melihat simulasi kpr nya sebelum melakukan akad kredit.

kpr syariah

KPR BRI Syariah IB

KPR ini dapat Anda gunakan untuk biaya membeli ruko, real estate, apartemen, hingga rumah baru maupun bekas. BRI memberlakukan take over apabila KPR-nya fixed income. Adapun akad yang ditawarkan oleh BRI syariah ialah murabahah dan ijahrah.

Seperti prinsip yang sudah ditentukan sebelumnya, nisbah akan ditetapkan oleh pihak bank. Sistem pembayarannya dibayar rutin setiap bulan dengan jumlah yang sama hingga cicilan Anda lunas.

Jumlah plafon yang bisa diajukan untuk kredit rumah syariah BRI cukup besar yakni Rp 3.000.000.000. Dengan jumlah fantastis ini, impian Anda memiliki rumah sendiri dapat segera terwujud. Untuk pembelian dan pembangunan rumah, tenor BRI maksimal 15 tahun. Selain untuk keperluan tersebut, tenor maksimal ialah 10 tahun.

KPR IB BCA Syariah

Tenor yang disuguhkan oleh pihak bank patut diakui jempol. Ya, Anda memiliki rentang waktu 20 tahun untuk menyelesaikan pembelian rumah melalui prinsip syariah bank BCA. Tenor panjang akan meringankan kita dalam pencicilan angsuran.

Terlebih jika mengingat nilai rumah dan properti akan mengalami kenaikan per tiap tahunnya. Sehingga nilai KPR yang Anda bayar akan setara bahkan bisa lebih. KPR IB BCA dilakukan dengan akad Murabahah untuk membayar rumah maupun apartemen siap pakai.

KPR IB BCA dengan kemudahan kredit rumah syariah sudah mempelopori aksesibilitas bagi penggunanya. Dimana nasabah dapat memakai fasilitas autodebet dari Tahapan IB. Jadi, Anda tidak perlu membayar ke bank karena angsuran sudah diambil otomatis dari saldo rekening.

KPR syariah adalah solusi perencanaan keuangan terbaik bagi Anda yang berencana memiliki rumah impian. Apabila saat ini anda menggunakan KPR Konvensional anda juga bisa melakukan over kredit rumah sehingga yang anda bayarkan sesuai akad syariah. Dengan besaran cicilan sesuai kemampuan, Anda pun tidak perlu khawatir dengan lonjakan bunga yang diberikan.