5 Biaya KPR Tambahan yang Harus Anda Tahu Sebelum Beli Rumah

Setiap tahunnya permintaan akan rumah baru semakin banyak, bersamaan dengan meningkatnya harga rumah. Hal ini tentunya membuat orang-orang kesulitan dalam mendapat rumah mereka sendiri, dan mungkin Anda adalah salah satunya.

Namun masih ada cara untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan membeli rumah secara kredit. Sekarang ini sudah banyak orang yang memanfaatkan KPR untuk mendapat rumah tanpa harus langsung membayar penuh rumah tersebut.

Dengan KPR ini Anda hanya perlu DP sekitar 20% persen dari harga rumah, kemudian selanjutnya dicicil setiap bulan dengan tenor waktu yang lama. Namun sebelum Anda memutuskan untuk membeli KPR, ada beberapa biaya KPR tambahan yang harus Anda tanggung selain uang muka.

Biaya KPR atau Kredit Rumah Tambahan

Ada beberapa biaya yang harus Anda tanggung ketika Anda memutuskan untuk mengajukan KPR. Apa sajakah biaya tersebut? Berikut adalah 5 biaya KPR tambahan yang harus Anda tanggung:

  1. Biaya Pajak

Biaya yang pasti akan dibebankan kepada nasabah ketika mengajukan KPR adalah biaya pajak. Pajak dalam jual beli rumah merupakan suatu hal yang wajib dibayarkan. Jadi tidak hanya pembeli rumah secara tunai saja yang dikenakan pajak, pembeli rumah dengan kredit juga dikenakan pajak.

Pajak yang dibebankan kepada nasabah adalah BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), besar pajak ini adalah 5% dari transaksi yang sudah dikurangi harga dari Nilai Jual Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

Selain biaya pajak, biaya lain yang juga harus Anda perhatikan adalah biaya pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggung (APHT) dan akta pengakuan utang dan perjanjian kredit. Kadang ada juga penjual yang membebankan pajak penjualan kepada pembeli, jadi lebih baik tanyakan dulu.

  1. Biaya Notaris

Ketika melakukan pembelian rumah, pihak pembeli dan pihak bank mengadakan akad kredit yang akan disaksikan oleh seorang notaris. Umumnya, pihak pengembang atau penjual perumahan dan pihak bank mempunyai notaris yang disewa untuk mengurus dokumen-dokumen yang ada.

Total biaya untuk menyewa seorang notaris ini cukup mahal dan semua biaya dibebankan kepada nasabah yang mengajukan KPR. Jika Anda mempunyai kenalan, teman, atau saudara seorang notaris, maka Anda bisa menghemat pengeluaran Anda.

Atau Anda juga bisa coba negosiasi dengan pihak penjual untuk ikut andil bagian dalam membayar biaya notaris nantinya. Jadi tidak semua biaya dibebankan kepada Anda sebagai pembeli. Usahakan negosiasi ini Anda lakukan di awal ketika persetujuan soal harga rumah.

  1. Biaya Provisi dan Tambahan Lain

Sebelum pihak bank menyetujui KPR Anda, biasanya bank akan melakukan pengecekan terhadap kelengkapan berkas Anda yang mana proses ini akan memakan biaya. Selain itu Anda juga akan dibebankan biaya appraisal atau biaya survey aset properti.

Biaya provisi juga harus Anda siapkan, dimana biaya  ini dibayarkan 1 kali dan harus dilunasi sebelum akad kredit KPR dilaksanakan. Biaya provisi ini sebesar 0,5-1% dari jumlah pinjaman KPR yang Anda ajukan. Selain itu, biaya pembelian materai juga dibebankan kepada nasabah KPR.

Sebenarnya biaya-biaya tersebut sudah tertera dalam akad kredit ketika mengambil KPR, namun banyak orang yang malas membaca dengan teliti di bagian biaya yang harus dikeluarkan. Jadi banyak orang yang melewatkan poin-poin tersebut dan langsung saja melakukan tanda tangan.

  1. Biaya Asuransi

Asuransi memang sangat penting ketika Anda membeli rumah baru supaya lebih aman jika ada kerusakan. Namun disini pembeli tidak bisa menentukan jenis asuransi apa yang digunakan dan biaya asuransi juga ditentukan oleh pihak bank.

Selain itu, biasanya pihak bank juga tidak memberikan penjelasan rinci tentang biaya asuransi tersebut. Jadi biasanya pembeli hanya diharuskan membayar sejumlah uang untuk asuransi, sehingga hal ini terlihat seperti memaksa.

Bank yang memberikan KPR juga biasanya menyertakan asuransi jiwa untuk mengantisipasi jika pembeli tidak bisa melanjutkan cicilan KPR karena meninggal dunia. Ada juga asuransi kebakaran yang seharusnya tidak perlu  disertakan.

  1. Biaya Denda

Biaya terakhir yang dibebankan pada Anda sebagai pemohon KPR adalah biaya denda. Denda ini akan dikenakan jika pembeli rumah KPR terlambat melakukan pembayaran cicilan atau angsuran KPR.

Besar denda jika telat membayar cicilan ini bervariasi tergantung pada bank yang memberi KPR. Jadi, besar denda tergantung kebijakan dari bank yang Anda gunakan untuk kredit KPR.

Pahami Biaya Tambahan Ketika Ambil KPR

Rumah sebagai tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Memperoleh rumah dengan cara kredit menjadi solusi yang bisa Anda gunakan jika terkendala biaya. Dimana biaya untuk membeli rumah secara tunai langsung sangatlah besar.

Selain KPR Konvensional anda juga bisa mempertimbangkan KPR Syariah sebagai salah satu alternatif kredit rumah anda. Dengan membeli rumah secara kredit atau KPR ini Anda bisa mencicil atau mengangsur biaya pembelian rumah setiap bulannya dengan tenor waktu yang lama. Namun meski begitu, Anda juga harus memperhatikan biaya KPR tambahan yang dibebankan kepada Anda.