Biaya Bangun Rumah Borongan Per M2 Tahun 2021

Ketika ingin membangun rumah, sangat penting untuk mengetahui biaya bangun rumah per m2 untuk menghemat pengeluaran dan pembuatan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) ketika Anda berencana untuk membuat sebuah rumah baru.

Karena itulah sebelum mulai membangun sebuah rumah, sebaiknya Anda mengetahui biaya-biaya apa saja yang nantinya harus Anda keluarkan supaya pembangunan rumah tersebut bisa berjalan dengan lancar.

Biaya untuk membangun rumah setiap m2 biasanya berbeda-beda, karena itulah Anda harus pintar-pintar mencari informasi tentang biaya bangun rumah tersebut. Berikut ini adalah penjelasan tetang biaya bangung rumah borongan per m2.

Biaya Bangun Rumah Borongan Per M2

Biaya dalam membangun rumah berbeda-beda, jika Anda menggunakan sistem borongan maka akan lebih murah. Namun biaya borongan ini sendiri kadang berbeda-beda, karena itulah berikut ini penjelasan atau rincian biaya  borongan bangun rumah.

  1. Persiapan

Sama seperti jenis pekerjaan yang lain, membangun rumah juga perlu adanya persiapan yang harus Anda lakukan. Biaya persiapan borongan ini meliputi direksit, pemagaran, dan bouwplank. Untuk biaya direksit Anda harus menyiapkan biaya Rp. 53 ribu untuk setiap m2.

Sedangkan untuk pemagaran dan bouwplank masing-masing Anda harus mengeluarkan biaya sekitar Rp. 33 ribu dan Rp. 32 ribu untuk setiap m2. Total untuk persiapan ini Anda harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 118 ribu per m2.

  1. Galian dan Pondasi

Pekerjaan borongan yang berikutnya adalah membuat galian dan pondasi. Untuk pekerjaan galian dan pondasi yang merupakan pekerjaan tanah pondasi akan dikenakan biaya sebesar Rp. 80 ribu 500 per m3.

Selanjutnya adalah pemasangan batu kali dengan biaya sebesar Rp. 93 ribu untuk setiap m3. Urug atau menimbun tanah lantai sebesar Rp. 49 ribu per m3, dan lantai kerja Rp. 18 ribu per m2.

  1. Beton bertulang

Biaya selanjutnya ketika membangun rumah dengan sistem borongan adalah pekerjaan beton bertulang. Ada beberapa pekerjaan beton bertulang yang harus kamu tahu dan persiapkan biayanya. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Beton sloof dengan harga Rp. 52 ribu per meter, beton bertulang ring balok sebesar Rp. 49 ribu, beton bertulang kolom praktis sebesar Rp. 42 ribu per meter, beton plak dak sebesar Rp60 ribu, dan terakhir beton balok dak sebesar Rp. 71 ribu per meter.

  1. Pemasangan Bata

Biaya untuk pemasangan bata dalam sistem bangun rumah borongan adalah sebesar Rp50 ribu per m2, kemudian pasang plesteran sebesar Rp. 35 ribu ribu m2, serta acian sebesar Rp. 25 ribu per m2.

Sedangkan untuk biaya pemasangan sekonengan, tali air, dan sudutan masing-masing sebesar Rp. 55 ribu per meter.

  1. Kusen

Selanjutnya adalah biaya pemasangan kusen, kusen ini sendiri meliputi biaya pemasangan kusen pintu sebesar Rp110 ribu per unit. Kemudian memasang daun pintu panel sebesar Rp150 ribu per unitnya.

Sedangkan untuk memasang kusen jendela dikenakan biaya sebesar Rp. 75 ribu, kemudian untuk memasang daun jendela sebesar Rp. 77 ribu.

  1. Rangka Atap

Biaya selanjutnya adalah pada pekerjaan rangka atap. Dimana rangka atap ini meliputi pemasangan atap sebesar Rp. 98 ribu per m2, kemudian perpus sebesar Rp. 80 ribu. Terakhir pemasangan listplank dan pemasangan talang sebesar Rp. 45 ribu per meternya.

Kelebihan Bangun Rumah Borongan

Ada beberapa kelebihan yang bisa Anda dapat ketika memilih membangun rumah dengan menggunakan sistem borongan. Beberapa kelebihan tersebut diantaranya adalah:

  1. Bisa Memilih Kontraktor

Anda bisa memilih kontraktor yang sesuai keinginan dan anggaran yang sesuai juga. Jika sudah memiliki referensi kontraktor dari teman atau keluarga, Anda tinggal melakukan negosiasi tentang harga untuk membangun rumah tersebut.

  1. Tidak Perlu Repot Mengawasi

Keuntungan selanjutnya adalah Anda tidak perlu repot mengawasi para tukang yang bekerja setiap harinya. Karena kontraktor sudah mempunyai tukang bangunan berpengalaman atau mandor yang mengawasi para tukang yang sedang bekerja tersebut.

  1. Pembangunan Selesai Tepat Waktu

Pemborong atau kontraktor tentu akan melakukan pembangunan rumah Anda sesuai jadwal dan tepat waktu seperti yang telah disepakati sebelumnya. Karena ketika membangun rumah dengan sistem borongan, kontraktor juga tidak ingin rugi jika lewat batas waktu yang telah ditentukan.

Pentingnya Mengetahui Biaya Borongan Per m2

Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa mengetahui biaya borongan pembangunan rumah sangatlah penting. Karena Anda jadi bisa memperkirakan pengeluaran ketika membangun rumah, Anda juga bisa menentukan pekerjaan prioritas yang harus dilakukan jika dana terbatas.

Namun pekerjaan borongan di atas tadi belum termasuk pemasangan plafond, pasang listrik, pasang keramik, pengecatan, dan pekerjaan sanitasi. Jika Anda ingin pekerjaan yang lengkap, maka Anda harus menambah biaya pengeluaran untuk pembangunan rumaah tersebut.

Demikianlah penjelasan tentang biaya bangun rumah sistem borongan per m2. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa membantu memperkirakan dana yang harus Anda persiapkan ketika ingin membangun rumah baru dengan sistem borongan.

Membangun rumah dengan sistem borongan ini memiliki beberapa kelebihan dibanding membeli rumah yang langsung jadi. Salah satunya adalah bisa menentukan desain rumah sesuai keinginan dan bisa menyesuaikan dana pembangunan.

Apabila anda membeli rumah/tanah dengan cara kredit anda juga harus memahami biaya kpr yang akan timbul dari pembelian tersebut. jadi pastikan anda sudah memahami semuanya dengan baik ya.