6 Strategi Bermain Saham Terbaik dan Teraman Untuk Pemula

Jika Anda menginginkan hasil investasi lebih besar, mungkin dapat memilih pasar saham dibandingkan obligasi atau pun deposito, namun strateginya dalam bermain saham bagi pemula harus jelas sehingga dapat mengurangi beresiko.

Saham merupakan jenis investasi dengan risiko yang tinggi. Jika menginginkan keuntungan besar, maka Anda juga harus siap mempertaruhkan modal lebih besar.

Bagi pemain pemula, sebaiknya tidak langsung tergiur dengan kisah manis dan juga inspiratif untuk dapatkan ratusan juta uang. Karena hal itu, akan mendorong keinginan anda untuk bermain saham tanpa memahami dengan benar tips yang dijalankan para investor profesional.

Ada beberapa tips yang bisa dijalankan bagi pemula saat ingin terjun ke pasar saham. Di mana Anda harus memahami dan mengendalikan keuntungan sembari menimbang risiko dan keuntungannya.

Namun, sebelum mengikutinya anda harus belajar terkait pengetahuan dasar tentang keuangan dan investasi terlebih dahulu untuk lebih mudah dalam memahami strategi ini.

belajar investasi saham

1. Mulai Dengan Jumlah Kecil 

Saham memiliki risiko yang sangat besar, sehingga bagi investor pemula bisa memulai dengan jumlah kecil terlebih dahulu. Anda bisa mulai menyisihkan gaji bulanan anda dan berinvestasi saham dari 1 juta rupiah. Untuk pemula kami rekomendasikan untuk berinvestasi ke saham bluechip terlebih dahulu. Pasalnya, Anda dapat kehilangan uang yang cukup besar jika memilih saham dengan fundamental buruk yang belum punya histori yang terpercaya.

Mulailah dengan jumlah kecil saat baru memulai lingkungan saham dan pilih saham berfundamental baik, sehingga jika rugi tak teralu besar.

2. Amati Situasi Politik

Cara selanjutnya yang harus digunakan adalah dengan mengamati berita dan situasi politik. Investasi sangat baik dilakukan ketika situasi ekonomi stabil dan terus mengalami peningkatan. Hindari berinvestasi saat kondisi market sedang sideways atau tidak menentu.

Anda harus mulai belajar membaca ekonomi Negara dari berita-berita terbaru dan membuat penilaian terhadap pertumbuhan ekonomi.

3. Pilih Saham Industri Yang Anda Pahami

Investasi terbaik juga harus melibatkan produk ideal, sehingga pemula harus memilih produk yang Ia pahami. Contohnya memilih produk dari indsutri yang produknya digunakan setiap hari, atau perusahaan yang familiar bagi Anda.

Namun Anda juga harus meihat reputasi dan sepak terjang perusahaan, termasuk opini dan pengamatan ahli ekonomi dan potensinya.

4. Kapitalisasi Saham Besar

Saham yang ideal harus memiliki kapitalisasi pasar besar. Hal ini dialkukan agar tidak mudah dimanipulasi/digoreng individu demi kepentingan mereka.

Individu dengan modal tinggi dapat memengaruhi dan memanipulasi harga saham. Namun mereka tak akan bisa melakukan hal tersebut pada saham dengan nilai besar.

5. Pilih Saham Dengan Rasio PE Terbaik

PE ratio merupakan istilah bagi investor saat melihat fundamental saham. dimana harga saham per lembar dibagi dengan pemasukan bersih setiap lembar.

Tak ada ketentuan terkait seberapa besar atau kecilnya nilai PE yang harus dipilih, namun nilaninya harus dibandingkan dengan saham dari industri serupa.

Misal anda dapat membandingkan PE ratio dari Bank BNI, Mandiri dengan ratio dari Bank BCA, Bukopin dan lainya. Sehingga anda dapat menympulkan mana Perusahaan dengan fundamental terbaik di industrinya. Penting untuk memiliki wawasan terhadap perusahaan lain yang bergerak dengan industri serupa dengan saham yang Anda pilih untuk investasi.

6. Amati Sentimen Pasar

Sentimen pasar menjadi penentu utama nilai saham. Meskipun nilai PE rendah dan harga kapitalisasi nya tinggi, saham tersebut dapat turun nilainya jika sentimen pasar tidak mendukung. Sentimen pasar meliputi harga komoditas, suku bunga, angka inflasi, hingga tingkat pengangguran.

Anda juga harus tetap menyesuaikan strategi yang umum digunakan dengan gaya investasi pribadi. Akan tetapi, secara umum metode berinvestasi baik itu analisis teknikal maupun fundamental sudah cukup efektif dalam memastikan untung rugi sebuah saham, sehingga penting memahami kedua analisis tersebut agar risiko kerugian bisa diminimalisir sekecil mungkin.

Faktor lain yang juga harus diperhatikan bagi investor pemula adalah sikap pasar dan juga aspek psikologis. Setiap orang harus paham jika metode ini tidak mempunyai kekurangan, akan selalu terdapat kemungkinan dimana uang yang Anda gunakan mengalami kerugian atau bahkan lenyap begitu saja.

Tak hanya itu saja, pemain saham yang baik juga harus selalu berhati-hati dalam melangkah. Meskipun terdapat banyak godaan untung besar. Dengan strategi yang cocok bagi pemula ini, maka Anda akan lebih bisa mengendalikan diri saat bermain saham. Sehingga tak hanya terbakar api saat yang lain mendapatkan untung saja namun juga selalu menganalisis risikonya.

  • Leave Comments